Ternyata operasi gak terlalu mengerikan. Datang ke rumah sakit jam 17.00 langsung disuruh siapsiap operasi jam 17.30. Kaget sih karna ini pertama kalinya harus operasi dan cepet banget rasanya. Kata perawatnya harusnya aku datang dari pagi. Tp kemarin dokter nyuruhnya sore ke rs nya. Makannya aku datengnys sorean._. Eh ternyata setengah jam kemudian disuruh operasi. Yaa pertama aku disuruh cek darah. Omg mengerikan jarum suntiknya. Menusuk banget:( terus setelah menunggu 15menit hasilnya akhirnya aku balik lagi ke igd. Lalu di infus dan darah aku diambil lagi untuk tes darah gula. Yang paling sakit itu diinfus. Jarumnya nusuk banget dan itu gak lepaslepas sampai 2hari kemudian. Setelah dipakein infus, aku naik kursi roda dianterin ke ruang operasinya. Di sana keliatan banget ibu takut :') Ya Allah aku sampe mikir kalau aku nanti gak bangun lagi gimana ya :( ibu nyuruh baca ayat kursi dan tiga kul. Setelah ganti baju operasi, akhirnya aku masuk ke ruangan dibimbing sama dokternya. Naik ke atas kasur itu lalu di tangan kanan aku dipasang untuk tes tensi aku dan sebelah kiri asisten dokternya nyuntikin suntik bius. Ahaha wkt aku tiduran dan ngeliat ke atas itu aku kaya ngerasa lagi di film film "oh ini kaya di film film nih" wkwk terus wkt disuntikin biusnya, aku sok kuat "ini bius pasti ni. Jangan sampe tidur day. Coba lawan bius bisa apa ngga." Eh habis itu aku batuk dua kali. Setelah itu mata aku udah gak kuat sama sekali. And than, bangun bangun udah di kamar aja hahhaahaaa Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar dan aku gak ngerasain sakit sama sekali karena dibius total. Tp bagian yg dioperasi sedikit nyeri sih. Tp masih bisalah aku tahan. Operasinya cuma setengah jam dan aku baru sadar dua jam kemudian. Sekitar jam 20.00 aku udah sadar. Dan ngeliat temen aku ternyata udah nungguin aku operasi sampe aku sadar dan sampe ikutan nginep di rs =') Ya Allah best bangetdahhhhh. Jd malam itu aku dijagain sama ibu dan temen aku. Bener bener pertama kali ngerasain di rawat di rs, dipakein infus, dimanjain, diperhatianin, dll. Hehee ada senangnya juga sih.. dua hari kemudian tepatnya hari senin sore aku udah boleh pulang. Yapp begitu deh alhamdulillah banyak banget yg ngejengukin aku di rs dan di rumah. Dan kedepannya aku gamau lagi ngerahasian penyakit aku ke keluarga aku. Karena lebih baik aku bilang diawal biar ada cara lain daripada ngasih taunya waktu besoknya mau operasi. Itu yakin banget kemarin ayah ibu kaget sampe gatau harus gimana. Ya gimana gak kaget. Aku dateng dateng bilang ke mereka "yah, bu maaf dayah udah nyimpan penyakit ini dari tiga bulan yang lalu, dayah sakit ini dan dokter nyuruh operasi. Udah tiga dokter yg berbeda dayah temui dan ketiganya nyaranin operasi. Ini dokter yg ketiga nyuruh operasi juga besok."
Kaget dong ya pasti =') maaf ya ayah, ibu, dayah kemarin itu bingung mau ngasih tau di awal karena gak mau jadi beban fikiran ayah dan ibu :(
Tapi sekarang Alhamdulillah dan Insha Allah kedepannya akan baikbaik aja. Aaamiin Ya Rabbal Alamin..
Thursday, January 26, 2017
Not bad. Alhamdulillah
Tuesday, January 17, 2017
Q.S An-Nur: 26
Malam ini tepat pukul 02.26 aku baru selesai berbicara dengan seorang teman yang cukup dekat dengan orang yang aku suka. Sungguh, aku hanya bisa terdiam dan merenungi apa saja yang dapat aku ubah dari tingkah laku ku yang masih kurang. Bukan maksud tidak menjadi diri sendiri, namun di sisi lain ada benarnya juga di saat mencintai seseorang yang akhlaknya lebih baik daripada kita, di situlah tingkat keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi muncul. Kali ini aku benar-benar merasakan apa yang dimaksud dengan "mencintai seseorang karena Allah" sungguh, ini yang aku rasakan kali ini. Seseorang yang sekarang sedang aku idamkan menjadi calon imam ku di masa yang akan datang. Bagaimana tidak, dari yang aku tau, dia sudah cukup baik untuk menjadi seorang imam. Tapi sayang aku belum cukup baik untuknya. Aku baru mengetahui bahwa dia adalah seorang hafidz dan aku tidak lebih dari anak SD yang masih menghafal juz 30 saja. Seorang hafidz akan mencari seorang hafidzah pula. Karena akan merasa merugi jika mendapati seorang perempuan yang tidak cukup sebanding dengannya. Aku tau apa yang aku lihat belum sepenuhnya benar, dan mungkin kau memiliki sifat yang tidak baik yang masih belum aku jumpai, tapi itulah yang dikatakan cinta itu buta. Jujur, aku masih belum sempurna dalam menggunakan pakaian, aku masih belum sempurna menutupi aurat ku, aku masih belum sempurna untuk bisa berdampingan dengan seorang imam seperti dia. Sekarang ini aku hanya dapat menyempurnakan ibadah shalat ku dan mencoba menjadi pribadi yang dapat disenangi oleh banyak orang. Tapi untuk menjadi seorang hafidzah tidaklah mudah bagiku. Yang aku tau hanyalah "laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula." Aku baru bisa membuat pribadi ku menjadi lebih baik, namun untuk menjadi seorang hafidzah rasanya aku belum bisa. Dan kali ini aku masih suka aktif di dunia maya, media sosial, tebar pesona, mengeksplorasikan keseharianku, dll. Aku tau saat ini akulah yang menginginkannya. Saat ini aku tak berharap lebih. Aku hanya mencoba menjadi pribadi yang lebih baik agar kelak dapat menjadi seorang istri yang sholehah.
Aku rasa kau mengetahui apa yang sedang aku rasakan, dan aku ingin jika kau memang tidak ada berniat sama sekali, tolong izinkan aku mendapati lampu merah darimu yang menandakan bahwa aku harus berhenti. Kau tak perlu memberi lampu hijau saat ini, karena itu akan merusak keimanan masing-masing. Yang aku mau hanyalah lampu merah dan aku tidak akan marah ataupun benci jika kau berkata jujur mengenai kata berhenti untukku.
Maaf, jika sebelumnya kau terlalaikan karena ku, maaf jika aku terlalu berlebihan kepadamu, maaf jika sikapmu kepadaku membuat aku semakin berharap kepadamu, dan apa karena itu kau menjaga jarak(?) sekali lagi aku minta maaf. Mungkin di luar sana kau sudah memiliki target tapi apa aku salah jika aku masih memiliki ego dan ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi(?) aku tidaklah tau apa niat ku ini diterima oleh-Nya atau tidak. Namun, yang aku rasakan sekarang adalah "mencintaimu karena-Nya. Karena aku ingin mendapati seorang imam yang kelak dapat membimbingku dengan baik di jalan-Nya."
KAMPUNG INGGRIS, PARE
HAI! buat kamu yang mau berlibur ke kampung inggris. di sini aku akan coba berbagi tips dan rute yang bisa kamu lalui. berhubung aku ber...
-
Rabu, 9 agustus 2017. Pertama kalinya menginjakkan kaki di kampung inggris, pare. Yap aku di sini nyoba belajar di kampung inggr...
-
Terdiam, termenung dan tak tau harus bagaimana. ini memang mimpiku dan ini memang harapan ku tinggal di kota besar. "ibu kota negara...