Sekarang, atau lebih tepatnya tiga hari yang lalu, aku memutuskan untuk berhenti dan tidak melanjutkannya. Aku benar benar risih. Memang kita tidak pacaran, tp aku merasa belum pantas kalau hubungan itu masih belum halal. Maaf di sini saya tidak melakukan sesuatu yg mengerikan. Maksudku adalah panggilan panggilan sayang, dan terlalu banyak membicarakan masalah rumah tangga di keluarga. Ya Allah maaf banget dayah gasuka. Dayah gak nyaman. Mungkin sempat di awal itu terbuai, ya aku jujur itu adalah godaan syaiton. Ayah dan ibu selalu bilang kalau jangan trlalu dekat dengan laki laki. Aku di kampus sekarang memang banyak adik laki laki ku. Tp jika berteman saja, dan sebatas sayang seorang kakak kepada adiknya, bagiku itu tidak masalah. Rasa sayang benar benar seorang kakak yg peduli kepada adiknya. Maaf untuk kamu yg merasa terkecuali. Kenapa(?) kamu itu aku anggap cukup dewasa dr yg lain. Dan titik manja kamu itu tidak ada, beda dengan yg lain. Dan kamu benar benar terang terangan mengatakan suka. Itu yg ngebuat aku suka deg deg kan. Maaf klu aku aneh. Tp aku gak biasa.
Dr awal aku suka plin plan. Setiap shalat aku merasa bersalah sm apa yg aku jalanin. Mmg kita cuma telfonan hampir setiap hari, kangen kangenan, jalan, nonton. Tp bagiku itu sudah bukan diri aku. Aku selalu blg ke org untuk jgn pacaran. Tp aku sendiri? Itu adalah hal yg benar benar salah. Dr awal kamu gabisa ngertiin posisi aku yg udah jelas jelas ini ada kali pertamanya aku jalanin kaya begini. Wkt SMP itu aku cuma ketemu dan itu gak pernah sama sekali pergi jalan dan pasti teman aku itu aku bawa lebih dr tiga orang. Dan paling lama itu aku pacaran tiga minggu. Kita anggaplah dr pertengahan puasa sampai sekarang. Aku bukan bosan, melainkan berada di zona tidak nyaman.
Dan sekarang kamu marah dan kecewa besar sama apa yg udah aku putusin sekarang ini. Kamu mau dihargai? Ya Allah aku udah terlalu banyak bilang. Coba pikirkan yg di Atas. Kata kata kamu yg mau dihargai itu coba dipikirkan kembali. Kamu bilang mau ngejagain aku. Wkt aku blg jaga bukan hanya dr org sekitar tp juga menjaga dalam agama. Dan kamu malah blg belum siap. Apa aku bisa percaya kedepannya kalau kamu kayak gt?
Bagiku ayah yg selalu blg "laki laki yg baik itu adalah, laki laki yg menjaga perempuannya. Dan mendekatinya ketika wktnya tiba." Dan kamu(?) maaf Ya Allah aku gabisa. Kata yg ayah blg itu adalah benar. Kalau laki laki itu mmg sayang, seharusnya dia bisa jagain dr luar dan dari dosa juga. Tidak ada cinta yg hakiki jika cinta itu masih dibatasi dengan kata belum halal.
Mungkin aku mmg masih banyak berteman dengan laki laki. Tp itu benar benar sebatas adik kakak. Tp kamu selalu gak terima dan menganggap klu itu sama aja. Beda, itu beda! Jalanin dengan kamu itu lebih dr itu. Kamu mmg blg "kita jalanin aja" mmg tidak pacaran. Tp tetap aja bagiku itu nama lain dr kata itu. Karna aku gak nyaman dan sangat takut akan dosa, mendekati zina. Maaf aku lebih baik kamu benci daripada kamu dekati dengan cara begini.